Categories
Uncategorized

Pemain Sepak Bola Turki Bermasalah

Dia tak akan bisa menerima beban seperti saat ini. Dia akan lemah secara moral dan hilang tak terdengar,” ujar Terim menyindir perkembangan sepak bola di negerinya itu. Terim pun tahu solusi yang cepat dan tepat. Dia menarik pemain sepak bola Turki yang lahir dan besar di sejumlah negara Eropa mayoritas di Jerman. Meski tak bisa memanggil Mesut Oezil dan Emre Can, yang sudah lebih dulu membela tim nasional Jerman, Terim mendapat tambahan amunisi dari Negeri Panser.

Gelandang Borussia Dortmund, Nuri Sahin; gelandang Bayer Leverkusen, Hakan Calhanoglu; serta penyerang FC Mainz, Yunus Malli, adalah tiga penggawa skuad Terim yang lahir dan mekar di negeri orang. Pemain kelahiran Belanda, Oguzhan Ozyakup, yang kini bermain bersama Besiktas, juga masuk skuad setengah impor Turki. Hasilnya ternyata cukup memuaskan. Turki berhasil menyingkirkan tim kuat Belanda dan lolos ke putaran final Piala Eropa 2016 berkat predikat peringkat ketiga terbaik.

Turki juga berhasil menorehkan rekor 12 laga tanpa kalah sebelum akhirnya dibekap Inggris dalam pertandingan persahabatan pada 22 Mei lalu. Tak semua senang terhadap trik Terim itu. Salah satunya presiden klub Besiktas, Fikret Orman. ”Turki memiliki 75 juta penduduk, tapi mayoritas pemain Turki berasal dari Jerman, Belanda, dan Belgia,” ujarnya. ”Mirisnya, kami tidak bisa membuat pemain yang bagus.” Siapa pun boleh berbicara.

Tapi oleh Terim yang pernah melatih AC Milan kritik itu dianggap angin lalu. Toh, tujuan akhir tercapai. Turki bisa manggung di Prancis. Tak jauh berbeda dengan yang dialami De Biasi: meloloskan Albania merupakan anugerah yang luar biasa. Tidak lama setelah timnya lolos, Oktober tahun lalu, di telepon selulernya mampir sebuah pesan pendek dari Perdana Menteri Albania Edi Rama.

Isinya: ”Yang terhormat Gianni. Tak ada kata yang bisa mewakili rasa terima kasih saya kepada Anda.” Semua pun senang bisa mempersembahkan prestasi untuk tanah leluhur. ”Saya tak pernah bermimpi lolos ke Piala Eropa,” ujar sang kapten, Lorik Cana. ”Setelah pertandingan usai, saya menelepon Ayah. Dia menangis karena saya telah membuat bangga tanah leluhur kami.”

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *