Categories
News

Nestapa Pencari Suaka Di Nauru Bag8

Intinya, Canberra mencari cara menolak mereka. Namun palu hakim Mahkamah Agung Papua Nugini membuyarkan beleid Canberra. Mahkamah pada 27 April lalu memerintahkan pusat detensi di Pulau Manus ditutup karena dianggap ilegal. Mahkamah menilai pusat detensi di Pulau Manus melanggar hak asasi dan status pencari suaka. Soalnya, mereka dilindungi sejumlah konvensi internasional dan konstitusi Papua Nugini.

Pemerintah Papua Nugini dan Australia akhirnya bersepakat menutup Pulau Manus sebagai pusat penahanan imigran. Meski ditutup, Dutton berkukuh tak seorang pun di pusat detensi di Manus dikembalikan ke Australia. Opsinya, mereka tinggal di Papua Nugini atau kembali ke negara asal. Namun Peter O’Neill lepas tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *