Categories
News

Jerman Mulai Memantau Kelompok Sayap Kanan

BERLIN — Otoritas Jerman pada Senin lalu menyatakan mulai meningkatkan pengawasan terhadap kelompok ultranasionalis Alternatif untuk Jerman (AfD). Langkah ini dilakukan lantaran meningkatnya kekhawatiran partai ketiga terbesar di parlemen Jerman itu akrab dengan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan. Aktivis AfD terlihat berunjuk rasa di Kota Chemnitz bersama tokoh-tokoh terkemuka anti-migran PEGIDA dan kelompok neo-Nazi setempat dalam sepekan terakhir. Aksi ini dilakukan sebagai protes anti-imigran setelah dua pengungsi ditangkap karena menusuk seorang warga Kuba-Jerman hingga tewas. “Bagian dari AfD secara terbuka bertindak melawan konstitusi,” kata Menteri Kehakiman Jerman, Katarina Barley, kepada kelompok media RND. “Kami perlu memperlakukan mereka seperti musuh konstitusi lainnya dan mengamati mereka dengan ketat.” Pihak berwenang di Negara Bagian Bremen dan Lower Saxony mengatakan mereka telah mulai memantau sayap pemuda partai tersebut.

Boris Pistorius, menteri dalam negeri Lower Saxony, mengatakan keputusan untuk mengawasi sayap pemuda AfD lokal tidak terkait dengan unjuk rasa anti-migran di Chemnitz. “Namun didasarkan pada tujuan anti-demokrasi Young Alternative dan kaitannya dengan Gerakan Identitarian, sebuah kelompok supremasi kulit putih yang telah berada di bawah pengawasan negara selama empat tahun,” ujar Pistorius. Adapun rekannya di Bremen, Ulrich Maeurer, menggambarkan pandangan sayap pemuda AfD di negarakota sebagai “rasisme murni”. AfD pun mengumumkan bahwa mereka akan membubarkan dua kelompok pemuda yang dipermasalahkan untuk mencegah kerusakan pada partai, meski berkeras bahwa tujuannya demokratis. “Langkah ini dilakukan karena partai politik lain panik menghadapi keberhasilan AfD,” tutur Andreas Kalbitz, anggota kepemimpinan nasional partai. Partai yang didirikan lima tahun lalu itu menempati posisi ketiga di parlemen dalam pemilu tahun lalu, menyusul kekhawatiran sebagian rakyat Jerman karena masuknya lebih dari 1 juta pengungsi dari Timur Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *