Categories
Uncategorized

Albania Menumbangkan Musuh Di Eropanya

Cara itu tak selalu berhasil. Ada yang bersedia membela tanah leluhur, tapi banyak juga yang ogah. Taulant mau, tapi sebaliknya Granit. Seperti batu granit, dia keras untuk ditaklukkan. Dia pun tetap memilih Swiss sebagai negara yang dibela di lapangan. Penyerang Stoke City, Xherdan Shaqiri, juga menolak. Beda lagi dengan bek Valencia, Shkodran Mustafi, yang kemudian memilih membela tim nasional Jerman. Tapi hasil perjuangan De Biasi tidaklah buruk.

Meski tak sepenuhnya mendapatkan pemain yang diinginkan, dengan hanya beberapa pemain, dia tetap maju. Albania pun lolos ke putaran final Piala Eropa. Ini bukan hanya lantaran negara itu mendapat tiga angka dari Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) karena kericuhan saat laga melawan Serbia. Albania juga menumbangkan raksasa Eropa, Portugal, 1- 0. Catatan lain, dalam dua kali pertemuan, Albania mampu menahan tim Dinamit, Denmark, di babak kualifikasi.

MEMBAWA kembali para pemain imigran ke tanah leluhurnya menjadi tren. Pemain seperti Raheem Sterling, pemain Inggris yang berasal dari Jamaika, menjadi cerita seru sebelum pemain itu memutuskan membela Three Lions. Para pengurus sepak bola Jamaika mendatanginya, membujuk, dan memintanya pulang kampung. Begitu pula dengan Adnan Januzaj, yang sempat diperebutkan empat negara sekaligus: Belgia, Albania, Kosovo, dan Inggris.

Sebenarnya hal itu tak berbeda dengan yang dilakukan federasi sepak bola di negeri ini beberapa waktu lalu. Pemain yang punya silsilah yang berkaitan dengan negeri ini dibujuk. Dari Belanda kemudian datanglah para pemain yang kembali ke Tanah Air. Hasilnya? Ehm. Untuk menjadi juara di Asia Tenggara saja sulit. Nah, berbeda dengan yang terjadi di belahan negara lain.

Kualitas mereka tentu saja lebih bagus. Kecerdikan De Biasi juga dimiliki Fatih Terim, Manajer Turki. Meski negeri itu sempat mengejutkan dunia dengan lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea, perkembangan sepak bola di sana macet. ‚ÄĚJika Lionel Messi besar di Turki, kami mungkin akan menyebutnya lemah, cebol, dan kami akan mengolok-olok dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *